Komputer

Website Sering Mengalami Downtime?

Website memiliki peran yang sangat penting dalam branding, terutama jika dalam kebutuhan bisnis. Website yang berkualitas tentu akan banyak dikunjungi dan berimbas positif ke penjualan. Namun sebaliknya jika terjadi website downtime, sudah pasti tak akan bisa diakses oleh user yang artinya jelas sangat merugikan.

Bahkan menurut Ponemon Institute, kerugian finansial yang diakibatkan oleh website downtime bisa mencapai puluhan miliar Rupiah. Tak hanya secara finansial, kualitas website itu jelas bakal menurun baik dalam hal traffic alias kunjungan dan SERP (Search Engine Result Pages).

Mudahnya, jika sebelumnya website yang Anda kelola selalu muncul di posisi teratas halaman-halaman awal mesin pencarian Google, downtime bisa saja membuat posisi website anjlok bahkan terlempar dari SERP. Kalau sudah begini, sudah pasti bikin rugi dan akhirnya website tak menarik lagi, bukan?

Untuk itulah, sedini mungkin Anda harus tahu apa sih penyebab website downtime dan bagaimana cara mengatasinya.

5 Penyebab Website Downtime yang Seringkali Terjadi

1. Pemadaman Listrik

Saat data center layanan hosting mengalami listrik padam, tentu langsung tidak aktif dan website tak dapat diakses. Untuk itulah penting memilih layanan hosting yang mempunyai cadangan listrik memadai agar pemadaman listrik bukan masalah.

2. Traffic Terlalu Tinggi

Website mendadak banyak dikunjungi hingga traffic membengkak? Maka sudah pasti bisa bikin down lantaran banyaknya pengunjung yang datang secara bersamaan, sehingga server tak dapat menangani permintaan data. Jika hosting yang dipakai tak sesuai harapan, sudah pasti website tak bisa diakses dan satu-satunya solusi adalah upgrade atau pindah hosting.

3. Serangan Peretas

Ulah para hacker alias peretas ternyata juga bisa membuat kinerja website bermasalah. Beberapa serangan itu bisa berupa malware, XSS, SQL Injection hingga DDOS. Yang paling bikin resah mungkin DDOS saat server website jadi down karena trafik palsu. Kalau website Anda punya tingkat keamanan tak mumpuni seperti absennya CloudFlare, hacker jelas makin mudah meretas.

4. Masalah Pada DNS

Sekadar informasi, DNS adalah sistem yang mempermudah komunikasi internet dengan pemakaian URL alias tautan. Agar bisa mengarah ke website yang tepat, DNS haruslah diatur terlebih dulu di cPanel. cPanel sendiri merupakan control panel berbasis Linux yang sering dipakai dalam akun web hosting untuk memantau seluruh layanan dan pengelolaan website.

5. Kualitas Hosting Buruk

Server hosting harusnya bisa bekerja secara nonstop agar website terus online selama 24 jam penuh tanpa henti. Namun jika kualitas server hosting ini buruk entah karena teknologi atau perawatan yang tidak maksimal, sudah pasti berimbas buruk ke website.

Layanan hosting yang berkualitas haruslah dapat menjamin uptime hingga 99,99%. Artinya jika memang tengah down, cuma terjadi selama lima menit, itupun setahun sekali. Apakah ada layanan hosting yang mampu melakukan itu? Sudah pasti ada dan jawabannya ialah Niagahoster.

Transfer Hosting ke Niagahoster Bantu Cegah Downtime

Demi memenuhi kebutuhan para pemilik website yang mengeluh kerap alami downtime, Niagahoster pun menyediakan layanan transfer hosting cPanel yang sangat membantu. Dengan proses yang mudah, cepat dan tentunya gratis biaya, website konsumen bisa berpindah ke hosting milik Niagahoster.

Karena bagi Niagahoster, urusan website downtime jelas tak bisa diremehkan lantaran bisa merugikan sang pemilik bisnis. Untuk itu, Anda harus memastikan hanya bergabung di layanan hosting berkualitas seperti Niagahoster, agar website selalu bisa diakses kapanpun dan di manapun, berkat jaminan maintenance server hosting terbaik dari Niagahoster.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Feri Tekno